Sejarah Berpakaian ala Muggle

Salah satu pakaian favorit Albus Dumbledore berwarna ungu
Para Penyihir yang berada dalam komunitas besar muggle akan menemukan diri mereka satu sama lain dengan mengenakan warna ungu dan hijau, sebuah kombinasi yang paling sering dipakai. Ini tak lebih dari kode tak tertulis, dan tak ada kewajiban untuk memakainya. Banyak dari anggota komunitas sihir cenderung menggunakan warna kesukaan mereka ketika bepergian ke dunia Muggle, atau mengenakan warna hitam sebagai warna yang praktis, terutama saat jalan-jalan di malam hari.

(namun kemudian) Undang-undang Internasional Kerahasiaan telah menjabarkan tata cara berpakaian penyihr pria dan wanita secara gamblang ketika mereka bepergian ke area publik.

Ketika berbaur dengan Muggle, penyihir akan menyesuaikan cara berpakaian muggle pada umumnya, di mana akan diusahakan untuk lebih dekat dengan cara berpakaian "fashion of the day". Cara berpakaian harus cocok dengan iklim, letak geografis dan keadaan tertentu.Tidak ada yang mengganti sendiri atau menyesuaikan apa yang akan dipakai di depan muggle.

Generasi muda kini cenderung mendapat banyak informasi akan kebudayaan Muggle secara umum sehingga lebih sering ditemukan penyihir muda yang memakai pakaian muggle
Generasi muda kini cenderung mendapat banyak informasi akan kebudayaan Muggle secara umum sehingga lebih sering ditemukan penyihir muda yang memakai pakaian muggle

Walaupun terdapat petunjuk yang jelas, tata cara berpakaian yang salah adalah pelanggaran yang paling sering terjadi sejak Undang-Undang Internasional Kerahasiaan disahkan. Generasi muda kini cenderung mendapat banyak informasi akan kebudayaan Muggle secara umum, seperti anak-anak, mereka berbaur bebas dengan teman muggle, kemudian, ketika mereka memasuki karir kepenyihiran, hal tersebut akan menjadi lebih sulit untuk tetap berpakaian ala muggle biasa. Penyihir-penyihir terdahulu sering merasa pasrah untuk terus mengikuti cara berpakaian muggle karena merasa betapa cepatnya perubahan yang terjadi di dunia mereka, yang akhirnya membawa para penyihir tua tersebut untuk menggunakan celana gombrang psychedelic saat mereka muda, kemudian membuat mereka berang karena diseret ke pengadilan Wizengamot 15 tahun kemudian untuk tuduhan penyebaran ajakan serangan di kuburan muggle.

Kementrian sihir tak selalu ketat peraturan. Satu hari amnesti telah diumumkan pada hari saat berita hilangnya Voldemort diikuti keselamatan Harry Potter dari kutukan kematian. Kebahagiaan para penyihir ditampilkan di jalan-jalan dengan mengenakan pakaian tradisional, dimana mereka telah melupakan peraturan atau mengadopsinya sebagai tanda perayaan.

Beberapa anggota dari komunitas sihir sengaja keluar dari aturan yang ada untuk berupaya mendobrak klausa berpakaian dari Undang-undang Kerahasiaan. Gerakan pinggiran yang menyebut diri mereka Fresh Air Refreshes Totally (F.A.R.T)* mendesak bahwa celana panjang muggle 'memblokir alur sihir dari sumbernya' dan mendesak untuk mengenakan jubah di area publik, walaupun telah diberi peringatan berkali-kali berikut dendanya.** Lebih aneh lagi, ada penyihir yang secara seksama mengadopsi kombinasi yang dapat ditertawakan Muggle, seperti gaun pengantin dengan sombrero dan sepatu sepakbola.***

wana hijau dan hitam adalah warna pakaian yang mendominasi penyihir yang menjunjung tinggi nilai tradisional ke-penyihir-an
wana hijau dan hitam adalah warna pakaian yang mendominasi penyihir yang menjunjung tinggi nilai tradisional ke-penyihir-an
Secara garis besar, cara berpakaian penyihir sudah diluar fesyen, walaupun ada modifikasi kecil yang telah dibuat seperti pakaian berjubah (dress robes). Cara berpakaian standar penyihir terdiri dari jubah polos, ditambah dengan atau tidak dengan topi mancung tradisional, dan akan dipakai dalam keadaan formal seperti pembaptisan, pernikahan atau menghadiri pemakaman. Pakaian wanita cenderung lebih panjang. Cara berpakaian penyihir akan dapat dikatakan membeku dalam waktu, melihat kembali ke abad 17, ketika mereka pergi ke tempat persembunyiannya. Kelekatan nostalgia mereka pada tata berpakaiana tua dapat dilihat sebagai kekukuhan memegang cara dan waktu terdahulu, suatu bukti atas penghargaan kebudayaannya.

Dari hari ke hari, walaupun mereka yang membenci pakaian muggle dan versi cara berpakaian muggle, tetapi, tak tersangkalkan lagi lebih praktis dibandingkan dengan jubah. Anti Muggle akan sering berusaha untuk mendemonstrasikan kesuperioritasannya dengan mengadopsi flamboyan, ketinggalan zaman, atau gaya "dandyish" kepada publik.

*Presiden Archie Aymslowe (Fart juga bisa berarti kentut)
** Pada saat itu, mereka nampak sebagai anggota pengkultusan oleh Muggle
***Hal ini pada umumnya diambil dari muggle sebagai siswa yang menantang

-POTTERMORE INDONESIA-
Generasi muda kini cenderung mendapat banyak informasi akan kebudayaan Muggle secara umum sehingga lebih sering ditemukan penyihir muda yang memakai pakaian muggle
Generasi muda kini cenderung mendapat banyak informasi akan kebudayaan Muggle secara umum sehingga lebih sering ditemukan penyihir muda yang memakai pakaian muggle
Salah satu pakaian favorit Albus Dumbledore berwarna unguSalah satu pakaian favorit Albus Dumbledore berwarna ungu
wana hijau dan hitam adalah warna pakaian yang mendominasi penyihir yang menjunjung tinggi nilai tradisional ke-penyihir-anwana hijau dan hitam adalah warna pakaian yang mendominasi penyihir yang menjunjung tinggi nilai tradisional ke-penyihiran
cr:pottermore indonesia (facebook pages)

Komentar

Postingan Populer